Paket Aqiqah Jakarta Murah dan Rekomendasi

Layanan aqiqah murah Jakarta

Contents

Bismillahirohmanirohim…

Apakah Anda saat ini sedang mencari paket aqiqah terbaik  di Jakarta dengan harga bersahabat? Kenapa tidak coba jasa aqiqah Jakarta dari AkbarAqiqah. InsyaAllah kami amanah dalam melayani pesanan Anda sesuai dengan syariat islam.

Harga Paket Aqiqah Jakarta

DOMBA / KAMBING JANTAN

HARGA

KETERANGAN

PESAN VIA WA

PAKET A

Rp. 1.990.000

200 tusuk sate + 60 bungkus gulai

PAKET B

Rp. 2.390.000

250 tusuk sate + 80  gulai

PAKET C

Rp. 2.990.000

300 tusuk sate + 100 gulai

DOMBA / KAMBING BETINA

HARGA

KETERANGAN

PESAN VIA WA

PAKET A

Rp. 1.300.000

160 tusuk sate + 50 bungkus gulai

Pesan Aqiqah Jakarta

PAKET B

Rp. 1.490.000

200 tusuk sate + 60 bungkus gulai

PAKET C

Rp. 1.790.000

250 tusuk sate + 80 bungkus gulai

PAKET D

Rp. 1.990.000

300 tusuk sate + 100 bungkus gulai

Pesan Aqiqah Jakarta

Bagaimana Cara Pesan Paket Aqiqah Untuk Kota Jakarta? Hubungi saja AKBAR AQIQAH melalui WA: 0898-9373-288 atau 0821 1306 3068, InsyaAllah Murah Dan Amanah.

Jasa Aqiqah Jakarta Murah

Harga adalah salah satu hal yang sering dipertimbangkan, saat hendak memilih jasa aqiqah. Hanya saja harga murah juga cenderung identik dengan kualitas yang murahan, salah satunya rasa yang biasa-biasa saja atau bahkan mungkin tidak enak.

Tetapi karena masakan daging aqiqah nantinya dibagi-bagikan kepada saudara, tetangga, dan teman-teman anda, maka tentunya kurang pantas jika anda memberikan masakan dengan kualitas yang rendah. Bukan soal akan jadi omongan jelek di belakang anda, tetapi karena membagikan makanan tentunya akan jauh lebih baik jika rasanya enak, karena yang memakannya juga akan dapat bonus tambahan rasa senang dan puas yang InsyaAllah akan menjadi pahala tambahan bagi anda.

Karena pertimbangan hal tersebut, maka kami dari Akbar Aqiqah berusaha memberikan layanan yang anda cari, yaitu jasa aqiqah yang murah tetapi dengan kualitas yang premium. Masakan kami buat seenak mungkin dan dengan layanan yang secepat mungkin.

Silahkan anda buktikan sendiri, sudah banyak pelanggan kami yang membuktikan layanan kami yang memiliki slogan, “MASAKAN ENAK DAN PANTANG TERLAMBAT”.

Jasa Aqiqah Jakarta Murah

Penjelasan Terkait Syariat Aqiqah

Allah subhanahu wa ta’ala  telah menetapkan beberapa hukum-huKum yang bervariasi dalam agama Islam untuk kebaikan manusia sejak lahir kedunia hingga akhir hayatnya agar bisa menempati rumah keabadian di surga.

Salah satu dari variasi hukum tersebut adalah syariat Aqiqah. Dimana Aqiqah merupakan salah satu sunnah yang mungkin belum semua umat muslim melakukannya karena faktor ketidak tahuan atau karena tidak adanya semangat untuk mempelajari syariat Islam.

Maka melalui artikel ini kami coba mengulas dan membahas secara singkat hal-hal terkait dengan pelaksanaan syariat Aqiqah. Sekaligus dalam rangka mendakwahkan dan mengidupkan sunnah Rosulullah shalallahu ‘alaihi wassalam.

Jika selama membaca artikel ini terdapat hal yang kurang maka kami mohon kritik dan saran yang membangun demi kevalidan informasi. Dan semoga Apa yang kita harapkan dari acara Aqiqah ini mendapat ridho dari Allah subhanahu wa ta’ala.

Sebelum kita melaksanakan syariat Aqiqah alangkah baiknya kita berilmu terlebih dahulu. Karena dalam Islam konsep yang sering di utarakan oleh para ulama kita adalah berilmu sebelum beramal baik dalam sehari-hari maupun dalam hal ibadah apapun.

Apalagi berilmu dengan syariat yang agung yaitu Aqiqah yang merupakan sunnah muakkadah atau sunah yang sangat ditekankan. Tentu saja memahami fiqih atau mengkaji terkait Aqiqah dan tata cara pelaksanaanya menjadi sangat penting agar sesuai dengan syariat dan tercapai tujuan mengharapkan ridho Allah serta mendapat pahala.

Diharapakan dengan aqiqah, terlebih haulu mengetahi tentang aqiqah, siapapun dapat beraqiqah dengan benar sesuai ajaran Rosulullah dan tuntunan para ulama, bukan berdasarkan prasangka atau keterangan simpang siur.

Semoga dengan melakukan ibadah aqiqah dengan ikhlas dan benar bisa mendapat ridho dan pahala maksimal dari Allah SWT Amin ya Robbal Alamin.

Dalil dan Sumber Hukum Aqiqah

Dari Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah menulis dalam sebuah kitabnya yang berjudul atau diberikan nama “Tuhfatul Maudud” pada halaman yang ke 25-26. Berkata bahwa Imam Jauhari berkat Aqiqah maknanya ialah “Menyembelih hewan pada hari ketujuhnya dan mencukur rambutnya”.

Dari Imam Ahmad rahimahullah beserta jumhur ulama (sejumlah ulama yang bersepakat) juga  berpendapat bahwa apabila ditinjau dari segi syari maka maksud dari Aqiqah adalah berkurban dan menyembelih (An-Nasikah).

Maka pada saat Aqiqah dilakukan sembelihan untuk kelahiran anak dalam rangka rasa sukur  dan dalam rangka pendekatan diri kepada Allah taata yang telah memberikah kenikmatan berupa keturunan yang nantinya insyallah menjadi anak yang sholeh.

Adapun Penamaan Aqiqah diambil dari sebab rambut yang berada di atas kepala bayi yang lahir. Dinamakan Aqiqah juga karena hewan yang disembelih bertepatan pada hari bayi tersebut dilahirkan maka syariatnya adalah terkait hal tersebut disunnahkan untuk dipotong/dicukur.

Para Ulama berbeda pendapat tentang hukum pelaksanaan Aqiqah. Beberapa ulama seperti Abu Zinad, Al Laits, Adz Dzohiriyah, Imam Ahmad dalam salah satu riwayatnya menyatakan aqiqah hukumnya wajib. Abu Hanifah dan Ashab Ar Roy menyatakan aqiqah bukan hal yang disunnahkan. Aadapun pendapat yang paling kuat, Aqiqah hukumnya Sunnah Muakkadah (sunnah yang ditekankan pelaksanaanya). Berdasarkan hadits-hadits Nabi berikut.

Setiap Anak tergadaikan dengan aqiqahnya .

[HR. Ashab Assunah dari sahabat Samurah bin Jundub, dishahihkan oleh Syeikh Al-AlBani

Setiap di antara kalian yang ingin menyembelih untuk anaknya, hendaknya ia kerjakan

[HR. Ahmad, Abu Dawud dan lainnya]

“Barangsiapa tidak memiliki uang untuk hal tersebut(aqiqah) kemudian dia berhutang maka aku berharap semoga Allah taala membantu melunasinya karena dia telah mengegakan sunnah”.

Melaksananan syariat aqiqah itu lebih utama daripada melakukan amalan bershadaqah dengan uang seharga kambing aqiqah tersebut, karena pada aqiqah terdapat padanya pahala shadaqah dan wujud rasa syukur dan penebusan (karena bayi yang baru lahir ibarat sesuatu yang tergadaikan yang ditebus dengan aqiqah sebagaimana yang telah lalu penjelasanya)

Waktu Pelaksanaan Syariat Aqiqah

Pelaksanaan Aqiqah ini disunahkan dilaksanakan padahari ketujuh dari kelahiran anak.  Jika lewat dari hari tersebut, maka boleh dilaksanakan pada hari ke empat belas kemudian jika terlewatkan kembali, maka dilaksananakan pada hari ke duapuluh satu. Hal ini bersumber dari hadits nabi nabi.

Ada Riwayat dari Sahabat Burirah dari Rasulullah shallallahu’alaihi sallam, dimana beliau bersabda,”Kambing aqiqah disembelih pada hari ketujuh atau ke empat belas atau ke dua puluh satu”. Dapat Anda temukan refrensinya pada Shahih Jami’us Shaghir No: 4132 & Baihaqi IX: 303.

Namun terdapat disana sebagian ulama di seperti Syaikh Shalih Al Fauzan & Syaikh Ibnu Utsaimin memberikan  pendapat terkait bolehnya melakukan syariat Aqiqah selain waktunya yakni tanpa batasan waktu. Sehingga berdasarkan pendapat ini, maka orangtua yang belum mampu pada hari yang telah disebutkan maka dapat melakukan Aqiqah untuk anak pada waktu manakala sudah mampu.

Ketentuan Terkait Jumlah Kambing

Para Ulama menyatakan bahwa kambing aqiqah adalah sama dengan kambing qurban dalam usia, jenis & bebas dari aib & cacat. Adapun umur hewan minimal adalah umur jadzah hewan yang tergolong masuk umur dewasa. Untuk domba, minimal lengkap 6 bulan, adapaun kambing, minimal lengkap satu tahun.

Untuk aqiqah anak laki-laki adalah 2 ekor  sembelihan sedangkan anak perempuan 1 ekor saja. Dan tidak ada ketentuan hewan jenis betina atau jantan. Keduanya boleh. Berdasarkan pada hadits Nabi.

Untuk anak laki-laki dua ekor kambing dan untuk anak perempuan seekor kambing. Tidak menjadi maslah apakah itu kambing-kambing jantan atau betina. “Hadits shohih menurut At-Tirmidzi dan lainnya.

Ummul Mukminin Yaitu Ibunda Kita Aisyah radhiyallahu’anha, bahwasanya Rosulullah shallallahu’alaihi wasallam pernah menyuruh kami memotong aqiqah 2 ekor kambing untuk anak laki-laki dan seekor  kambing untuk anak perempuan “.(Shahih Ibnu Majah no 2561, dan Tirmidzi III 35 1549).

Bagaimana tentang pembagian daging?

Pada dasarnya sama dengan qurban, hanya ada sedikit perbedaan, Hewan aqiqah dan qurban dibagi 3, seperti pertama yang bernilai sedekah (untuk fakir miskin), sepertiga kedua yang bernilai hadiah (untuk tetangga dan sahabat), dan sepertiga ketika untuk sohibul aqiqah (keluarga yang beraqiqah).

Pembagian tidak harus rata atau tidak harus seperti dari masing-masing bagian. Namun lebih utama bila lebih banyak adalah bagian yang bernilai sedekah, untuk yatim , dhuafa atau fakir miskin.

Penyaluran aqiqiqah lebih utama dalam keadaan sudah dimasak dan siap dimakan.

Doa untuk Anak

“U’iidzuka bi kalimatillaahit taammati min kulli syaithoonin wa haammah, wamin kulli  ainin laammah”.

Aku perlindungkan engkau wahi bai dengan kalimat Allah yang sempurna dari setiap godaan syaithon dan racun, juga setiap pandangan yang penuh kebencian”.

(HR. Abu Dawud 3371, Dishahikan Al-Albani).

Daftar Menu Yang tersedia di AkbarAqiqah

Silahkan cek daftar menu dan harga kami yang terupdate di halaman daftar harga. Atau anda bisa lihat di awal artikel ini, di sana sudah kami tampilkan daftar harga Akbar Aqiqah.

Aqiqah Jakarta Terbaik

Bagi Anda yang berada di sekitaran Jakarta yang sedang mencari jasa aqiqah terbaik atau paket aqiqah yang cocok untuk kelahiran Anak Anda. Maka kami bisa menjadi salah satu pilihan Anda. Kami telah memulai usaha ini sejak 2019 dan sudah menyediakan paket nasi box, nasi kebuli dan berbagai jenis makanan yang sesuai dengan pesanan pelanggan kami.

Hingga saat ini kami masih berusaha mempertahankan keungulan-keungulan kami dan tetap menjaga cita rasa masakan. Adapun kenapa Anda harus memilih kami dari pada aqiqah yang lain adalah karena kami memberikan jasa konsultasi gratis terkait budget dan jenis paket-paket yang bisa Anda pesan atau order secara gratis.

Jadi jangan takut untuk chat dengan admin kami, karena bertanya terkait kelancaran acara aqiqah buah hati Anda ini sangat penting dipersiapkan sejak awal untuk menghindari kesahalan-kesalahan yang tidak di Inginkan.

Rumah Aqiqah Jakarta Termurah
Rumah Aqiqah Jakarta Termurah

Menggunakan jasa aqiqah ini lebih praktis dan tidak terlalu merepotkan karena semua urusan konsumsi dan distribusi makanan bisa mengandalkan penyedia jasa aqiqah seperti yang ada pada akbaraqiqah.

Harga Aqiqah Jakarta Timur

Paket Aqiqah Jakarta Timur saat ini menjadi pencarian tertinggi di Google Trends. Artinya banyak yang meminati atau mencari jasa aqiqah untuk wilayah ini. Oleh sebab itu kami berusaha menjadi salah satu penyedia jasa aqiqah untuk melayani pemirsa yang datang lewat Google. Silahkan kunjungi halaman daftar harga Akbar Aqiqah.

Kami melayani daerah pengiriman seperti cakung, cipayung, ciracas dan daerah-daerah yang terdapat di daerah Jakarta Timur. Lokasi yang terdekat dengan kami biasanya kami gratiskan pengataran dan bisa juga langsung kami masakan di rumah pemilik hajat dengan peralatan-peralatan dari kami semua.

Jasa Aqiqah Jakarta Timur
Jasa Aqiqah Jakarta Timur Rekomendasi

Rumah Aqiqah Jakarta Barat

Kami melayani jasa Aqiqah di semua wilayah Jakarta termasuk Jakarta barat yang daerahnya meliputi Cengkareng, Grogol Petamburan, Taman Sari, Tambora, Kebon Jeruk, Kalideres, Palmerah dan Kembangan.

Masing-masing daerah diatas biasanya mencari dengan kata kunci “paket aqiqah murah di jakarta barat” atau “jasa aqiqah jakarta barat”, maka kami berharap menjadi salah satu pilihan yang muncul untuk membantu menyediakan menu-menu nasi box, nasi kebuli, masak kambing jantan dan betina demi kelancaran acara aqiqah.

Nasi Box Aqiqah Jakarta BaratqiqahAkbar
Nasi Box Aqiqah Jakarta Barat  Rekomendasi AkbarAqiqah

Adapun alasan kenapa Anda harus memilih jasa Aqiqah ini karena kepraktisanya. Anda tidak direpotkan dengan mengurus hewan sembelihan, memotongya, memasaknya sendiri karena semua tugas-tugas ini akan dilakukan oleh penyedia jasa aqiqah jakarta Barat. Silahkan klik untuk lebih detailnya.

Biaya Aqiqah Jakarta Selatan

Biaya jasa kami sangat murah untuk rasa yang enak dan pelayanan yang cepat. Silahkan cek halaman daftar harga paket.

Melakukan syariat Aqiqah sangatlah dianjurkan bagi Anda yang baru saja dikaruniai keturunan. Sesuai dengan syariat islam yang berlaku, jika Anak laki-laki maka dianjurkan untuk mengaqiqah 2 ekor kambing. Sementara untuk anak Perempuan dianjurkan untuk menyembelih atau mengaqiahkan 1 ekor kambing. Apabila Anda berada di Kawasan Jakarta Selatan, maka kami sarankan untuk mencari penyedia Aqiqah yang terpercaya dan sesuai syariat agama kita islam.

Kambing Betina Untuk Aqiqah Jakarta Selatan
Kambing Betina Untuk Aqiqah Jakarta Selatan

Rekomendasi Aqiqah Jakarta Utara

Apabila Anda berada di Kawasan Jakarta Utara, maka kami juga menyediakan layanan aqiqah di Jakarta Utara. Insya Allah sesuai syariat islam.

Terima Pemotongan Aqiqah Jakarta Utara
Terima Pemotongan Aqiqah Jakarta Utara

Menu-Menu Aqiqah Bogor

Tersedia juga layanan aqiqah ke kota Bogor. Silahkan hubungi kami untuk pemesanan.

Jual Aqiqah Bogor Murah

Jual Aqiqah Bogor Murah

Menerima Juga Paket Aqiqah Untuk Kawasan Bekasi

Anda tinggal di Bekasi? Kami siap melayani jasa aqiqah untuk anda. Hubungi kami segera.

Syarat Kambing Aqiqah Bekasi Murah
Syarat Kambing Aqiqah Bekasi Murah

Paket Aqiqah Depok

Untuk anda yang berada di kawasan Depok, Akbar Aqiqah hadir untuk memenuhi kebutuhan aqiqah putra-putri anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami segera.

Harga Aqiqah Depok Murah
Harga Aqiqah Depok Murah

Adapun alasan kenapa Anda harus memilih jasa Aqiqah ini karena kepraktisanya. Anda tidak direpotkan dengan mengurus hewan sembelihan, memotongnya, memasaknya sendiri karena semua tugas-tugas ini akan dilakukan oleh penyedia jasa aqiqah Depok. Silahkan klik untuk lebih detailnya.

Jangan Ragu Lagi !!! Segera hubungi AKBAR AQIQAH

wa: 0898-9373-288, Konsultasi Dan Order Paketnya.

Kami menawarkan paket aqiqah lengkap dan termurah untuk area jakarta. Kami menyediakan paket-paket yang sesuai dengan keperluan Anda. Dimana paket-paket kami Insyallah sesuai dengan budget yang Anda miliki saat ini.

Demikianlah penawaran paket jasa aqiqah dan catering yang dapat dijangkau oleh akbaraqiqah.

Semoga dengan Adanya kami disekitar Anda dapat mempermudah pelaksanaan aqiqah dan lebih dekat dengan lokasi pesan makanan untuk keperluan aqiqah yang akan Anda laksanana. Terima kasih banyak telah sempat berkunjung di website kami.

FAQ AQIQAH

Accordion Sample DescriptionAqiqah menurut bahasa ialah ‘memotong’. Pada asalnya ia merujuk pada rambut yang terdapat pada kepala bayi ketika bayi tersebut keluar dari rahim ibunya, rambut itu dinamakan aqiqah kerana ianya harus dipotong (dicukur). Menurut istilah pula aqiqah ialah haiwan yang disembelih kerana bayi atau untuk bayi yang dilahirkan. Dinamakan sembelihan itu dengan aqiqah adalah kerana haiwan tersebut disembelih pada hari mencukur rambut kepala bayi itu.
Accordion SamDiriwayatkan oleh Buraidah bahawa, “Pada zaman Jahiliyyah apabila kami mendapat seorang anak lelaki, maka kami menyembelih seekor kambing, maka kami mencukur kepala bayi tersebut, lalu kepalanya kami sapu dengan darah kambing yang disembelih itu”. Menurut riwayat Ibnu Sakan pula, “Orang-orang Jahiliyyah meletakkan kapas yang telah dicelup dengan darah aqiqah lalu kapas yang penuh dengan darah tersebut disapu ke ubun-ubun bayi yang baru saja dilahirkan itu. Setelah datangnya Islam, perkara itu tidak dibenarkan oleh Rasullullah SAW. Baginda menyuruh menggantikannya dengan meletakkan haruman kasturi pada kepala bayi yang baru dilahirkan itu. Apabila kita melihat penjelasan tentang sejarah ibadah aqiqah seperti di atas, tradisi aqiqah ini adalah suatu tradisi yang diterima oleh Islam dengan mengadakan pembetulan pada bahagian-bahagian tertentu. Hikmah penyembelihan aqiqah itu diterima oleh Islam kerana aqiqah itu merupakan suatu upacara yang memperlihatkan kegembiraan, mensyukuri nikmat, serta merupakan suatu ibadah sosial.ple Description
Hukum melaksanakan aqiqah untuk anak yang baru dilahirkan adalah sunat dan sangat-sangat digalakkan dalam Islam. Pendapat yang sedemikian adalah pendapat jumhur imam-imam dan ahli fiqh. Oleh itu hendaklah ibu bapa melaksanakannya jika ada kemampuan untuk menghidupkan sunnah Rasulullah SAW ini. Sehingga ia juga akan menerima keutamaan dan pahala di sisi Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis: “Sesungguhnya manusia pada hari kiamat nanti akan diminta tanggungjawabnya atas aqiqah, sebagaimana akan diminta tanggungjawabnya atas solat-solat lima waktu.”
Hikmah di sebalik pelaksanaan ibadah aqiqah itu sangat banyak, hanya Allah yang mengetahuinya, akan tetapi ulama telah menggariskan beberapa hikmah yang dapat difahami, antaranya: Aqiqah itu merupakan suatu ibadah yang bertujuan mendekatkan diri anak kepada Allah SWT dari peringkat awal lagi. Sebagai fidyah (tebusan) untuk menebus diri anak dari segala mara bahaya dan bala bencana, sebagaimana Allah telah menebus Nabi Ismail dengan seekor kibas. Sebagai tanda kegembiraan dan kesyukuran atas kurniaan anak dan nikmat rezeki. Mengukuhkan lagi pertalian kekeluargaan dan hidup bermasyarakat melalui jamuan dan agihan lauk daripada daging aqiqah. Untuk mendapatkan ganjaran di sisi Allah pada hari kiamat.
Aqiqah merupakan suatu bentuk ibadah apabila seseorang itu dikurniakan anak oleh Allah S.W.T. Maka ia dituntut ke atas setiap ibu bapa yang dikurniakan anak sebagai tanda kesyukuran kepada Allah S.W.T. Dalam sebuah hadis Rasulullah S.A.W. bersabda: “Sesungguhnya Rasulullah S.A.W menuntut untuk dinamakan anak (yang baru lahir) pada hari ketujuh, dicukur rambutnya dan diaqiqahkannya.” Hadis Riwayat Tirmidzi.
Antara perbezaan yang wujud di antara aqiqah dan korban ialah; Aqiqah dituntut perlaksanaannya sekali seumur hidup, manakala ibadah korban disunatkan perlaksanaannya setiap tahun iaitu pada Hari Raya Haji. Daging sembelihan aqiqah sunat diagihkan setelah dimasak, adapun daging sembelihan korban pula sunat diagihkan dalam keadaan mentah. Tidak digalak mematahkan tulang haiwan sembelihan aqiqah, sebaliknya haiwan sembelihan korban tidak dilarang. Sunat menghadiahkan kaki kanan haiwan sembelihan aqiqah kepada bidan yang menyambut kelahiran, berbeza dengan korban tidak disunatkan demikian.
Dalam menentukan waktu yang terbaik untuk seseorang itu melaksanakan aqiqah, kita perhatikan pandangan Imam Ahmad ibn Hanbal yang menyatakan bahawa penyembelihan aqiqah dilaksanakan pada hari ketujuh, jika tidak dapat maka pada hari keempat belas, jika tidak dapat juga maka lakukanlah pada hari kedua puluh satu. Adapun jika pada hari-hari tersebut tidak dapat dilaksanakan kerana tidak berkemampuan, maka penyembelihan boleh dilakukan pada hari-hari lain yang memungkinkannya melaksanakan aqiqah tersebut. Rasulullah S.A.W bersabda; “ Seorang anak terikat dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh, dan dicukur serta diberi nama.” Hadis riwayat Ahmad & Tirmidzi.
Sudah menjadi intipati amalan dalam Islam bahawa setiap amalan itu perlu didahului dengan doa. Ini bagi menambahkan lagi kesempurnaan sesuatu ibadah itu. Maka dalam konteks penyembelihan haiwan aqiqah, pertama, saudara perlu membaca Bismillahirrahmanirrahim. Kemudian diikuti dengan doa “Oh Tuhan, ini adalah aqiqah si Polan (sebut nama anak), ia merupakan nikmat daripada-Mu, dan kepada-Mu kami kembalikan.”
Perlaksanaan ibadah aqiqah dianjurkan untuk anak lelaki dan juga anak perempuan, sebagaimana hadis Rasulullah S.A.W. yang bermaksud; “Anak lelaki diaqiqahkan dengan dua ekor kambing dan anak perempuan diaqiqahkan dengan seekor kambing.” Hadis riwayat Ahmad & Tirmidzi. Dalam sebuah hadis lain Rasulullah bersabda; “Rasulullah S.A.W telah memerintahkan kepada kami untuk mengaqiqahkan anak lelaki dengan dua ekor kambing dan anak perempuan dengan satu ekor kambing.” Hadis riwayat Ibn Abi Syaiban. Hadis di atas secara keseluruhannya menunjukkan dua perkara; Pertama; baik anak lelaki mahupun perempuan, sama-sama disyariatkan supaya dilaksanakan aqiqah. Kedua; perbezaan bahawa anak lelaki dengan dua ekor kambing sedangkan anak perempuan dengan satu ekor kambing.
Menurut jumhur ulama, haiwan yang dibolehkan untuk disembelih bagi ibadah aqiqah ialah unta, lembu, kerbau, kambing, biri-biri dan kibas. Pelaksanaan penyembelihan haiwan tersebut di dalam ibadah aqiqah juga mempunyai syarat-syarat tertentu seperti berikut; Unta berumur 5 tahun dan masuk tahun ke 6. Lembu atau kerbau berumur 2 tahun masuk tahun ke 3. Kambing atau biri-biri berumur 2 tahun atau telah bersalin gigi. Kibas berumur 1 tahun atau telah bersalin gigi. Haiwan tersebut juga disyaratkan tidak cacat.
Menurut hadis-hadis yang diriwayatkan berkenaan dengan penentuan jumlah atau bahagian haiwan ternakan yang perlu bagi ibadah aqiqah, kita dituntut melaksanakan aqiqah dengan menyembelih dua ekor kambing untuk anak lelaki dan seekor kambing untuk anak perempuan atau seekor kambing bagi anak lelaki jika kurang berkemampuan. Walau bagaimanapun tidak ada hadis yang menyatakan keharusan berkongsi seekor kambing untuk dua orang anak bagi ibadah aqiqah. Jika seseorang kurang berkemampuan menunaikan tuntutan itu serentak, maka tunaikanlah seorang demi seorang anak dalam perlaksanaan aqiqah mengikut kemampuan.
Anak lelaki sebaik-baiknya diaqiqahkan dengan 2 ekor kambing, akan tetapi seekor kambing sudah memadai bagi tujuan menunaikan tuntutan ibadah aqiqah tersebut. Ini kerana Rasulullah S.A.W. sendiri melaksanakan aqiqah untuk cucu baginda dengan seekor kambing sahaja. Dalam sebuah hadis diriwayatkan; “Bahawa Rasulullah S.A.W telah mengaqiqahkan Hassan dan Hussain dengan satu ekor biri-biri.” Hadis riwayat Abu Daud.
Seperti yang kita sama-sama ketahui bahawa bagi anak lelaki sunat diaqiqahkan dengan 2 ekor kambing, dan bagi anak perempuan sunat diaqiqahkan dengan 1 ekor kambing, akan tetapi jika sekiranya seekor lembu atau unta disembelih dengan niat menggantikan tujuh ekor kambing atau 7 bahagian aqiqah, maka ia dibolehkan.
Aqiqah dua ekor kambing bagi anak lelaki itu bukanlah suatu kemestian, kerana Rasulullah S.A.W sendiri telah melaksanakan aqiqah cucu Baginda, Hassan dan Hussain dengan masing-masing seekor kambing. Dalam sebuah hadis telah diriwayatkan; “Bahawa Rasulullah S.A.W telah mengaqiqahkan Hassan dan Hussain dengan satu ekor biri-biri.” Hadis riwayat Abu Daud.
Berhubung dengan persoalan saudara tentang had umur bagi perlaksanaan aqiqah, sebenarnya ada pendapat yang menyatakan bahawa had umur seseorang bagi melaksanakan aqiqah ialah sehingga anak itu baligh. Walau bagaimanapun, mengikut pandangan Dr. Wahbah Az-Zuhaili di dalam kitabnya Fiqh al-Islami Wa Adilatuhu, bahawa “(Aqiqah) Tidak dikhususkan kepada anak ketika kecil, maka ibu bapa perlu melaksanakan aqiqah anak yang lahir walau selepas ia baligh, kerana tiada tempoh akhir bagi ibadah aqiqah.”
Saudara, mengikut pendapat Mazhab Imam Hanbali, seseorang itu boleh melaksanakan aqiqah bagi dirinya sendiri sebagai suatu keharusan bukan sebagai suatu tuntutan, ini kerana tuntutan perlaksanaan aqiqah untuk diri saudara adalah di atas tanggungjawab ibu bapa saudara, oleh kerana mereka tidak berkemampuan sehingga saudara dewasa, maka saudara dibolehkan melaksanakannya sendiri berdasarkan pandangan Imam Hanbali tersebut.
Saudara/ri, perlaksanaan aqiqah sebaik-baiknya dilaksanakan semasa anak berumur 7 hari atau 14 hari atau 21 hari atau sebelum baligh, akan tetapi aqiqah tidak dihadkan kepada anak kecil yang baru lahir sahaja, ianya juga dituntut kepada mereka yang sudah dewasa yang belum dilaksanakan aqiqah atas apa-apa sebab, maka ibu bapa hendaklah mengaqiqahkan anak mereka walaupun selepas mereka baligh kerana tiada had masa bagi tuntutan ibadah aqiqah.
Aqiqah adalah salah satu bentuk sedekah. Bersedekah dengan harta orang lain tidak dibenarkan di dalam Islam. Sedangkan orang yang menjaga harta anak yatim hanya pemegang amanah sementara waktu sahaja sehingga anak itu baligh. Maka melaksanakan aqiqah bagi pihak anak yatim dengan menggunakan harta anak yatim adalah tidak dibenarkan dalam Islam.
Aqiqah seperti yang kita ketahui adalah sebahagian daripada konsep bersedekah dalam mencari keredhaan dan mengharapkan pahala daripada Allah S.W.T. Seperti amalan sedekah lainnya yang sunnah dilakukan demi menyampaikan pahala kebajikan amalan tersebut kepada si mati, maka jika sekiranya saudari berniat ingin berbuat demikian dan saudari benar-benar mengetahui bahawa ibu bapa saudari belum diaqiqahkan, maka laksanakan dan berdoa kepada Allah S.W.T supaya menerima amalan yang saudari ingin laksanakan. Akan tetapi sekiranya ibu bapa ada mewasiatkan demikian maka wajib ditunaikan.
Memang benar apa yang nyatakan, berbeza dengan korban yang dagingnya sunat diagihkan secara mentah, aqiqah pula sunat dimasak dengan masakan yang manis-manis dan dibuat jamuan atau diagihkan setelah dimasak. Dalam sebuah hadis riwayat Al-Baihaqi dari Aisyah R.A.; “Menyedekahkan daging aqiqah dalam keadaan sudah dimasak itu adalah sunnah.”
Inilah antara perbezaan yang ada di antara korban dan aqiqah, daging korban sunat diagihkan dalam keadaan mentah, manakala daging aqiqah pula sunat diagihkan setelah dimasak dengan masakan yang manis. Adapun hikmah kenapa kita disarankan memasak daging aqiqah dengan masakan yang manis-manis ialah kerana ia sebagai doa harapan baik (tafa-ul), mudah-mudahan akhlak dan kelakuan anak tersebut akan menjadi baik dan manis dipandang.
Kita dituntut supaya tidak mematahkan tulang-tulang haiwan sembelihan aqiqah, akan tetapi sunnah dipotong mengikut sendi-sendi haiwan tersebut. Ini sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud, iaitu ketika Fatimah binti Muhammad S.A.W. mengadakan aqiqah anaknya, maka Rasulullah S.A.W. bersabda; “Makan dan jamulah seleramu tetapi janganlah kamu memecahkan tulangnya”. Antara hikmah di sebaliknya tuntutan tersebut ialah supaya anak-anak tersebut akan membesar dengan sempurna dan tidak ditimpa perkara yang boleh mencacatkannya sehingga patah dan lain-lain. Wallahuaklam
Di samping menunjukkan kesyukuran kepada Allah S.W.T terhadap kurniaan anak, antara tujuan utama dianjurkan ibadah aqiqah di dalam Islam ialah untuk mengeratkan tali persaudaraan sesama keluarga, jiran, rakan taulan, dan orang Islam yang miskin dengan mengadakan kenduri dan jamuan, maka mengikut pendapat Imam Syafie menyembelih haiwan aqiqah dan membuat kenduri kahwin pada masa yang sama adalah dibolehkan.
Bagi menjawab pertanyaan tersebut, maka di sini kita kemukakan pandangan Sayid Al-Bakri dalam kitabnya I’anatut Tolibin, beliau menyatakan bahawa sah dan boleh berwakil pada pembelian korban dan aqiqah, dan boleh pula berwakil untuk menyembelihnya walaupun orang yang empunya diri berada di luar negeri.
Telah menjadi suatu amalan umat Islam di mana-mana bahawa mereka mewakilkan penyembelihan aqiqah kepada pihak tertentu, sama ada imam masjid, tukang sembelih atau syarikat tertentu seperti yang berlaku di Makkah sama ada pada musim Haji mahupun di luar musim Haji. Maka mewakilkan penyembelihan aqiqah kepada pihak lain yang dipercayai dan amanah adalah suatu yang dibenarkan oleh agama bagi memudahkan umat Islam melaksanakannya. Ini bertepatan dengan pendapat Sayid Al-Bakri di dalam kitabnya I’anatut Tolibin.
Sayid Al-Bakri dalam kitabnya I’anatut Tolibin menyatakan bahawa adalah sah dan boleh berwakil pada pembelian korban dan aqiqah dan boleh pula berwakil untuk menyembelihnya walaupun orang yang empunya diri berada di luar negeri. Ini bermakna orang yang dimaksudkan oleh Sayid Al-Bakri itu sudah tentu tidak dapat melihat sendiri aqiqah yang dilaksanakan bagi pihaknya oleh pihak tertentu. Maka hukumnya adalah dibolehkan.
Mereka yang paling layak menerima sedekah adalah orang fakir dan miskin dari kalangan umat Islam, begitu juga dengan aqiqah, mereka yang paling layak menerima adalah orang miskin di kalangan umat Islam. Walau bagaimanapun berdasarkan beberapa buah hadis dan amalan Rasulullah dan para sahabat, kita disunatkan juga memakan sebahagian daripada daging tersebut, bersedekah sebahagian dan menghadiahkan sebahagian lagi. Apa yang membezakan aqiqah dan korban ialah kita disunatkan memberikan sebahagian kaki kambing aqiqah tersebut kepada bidan yang menyambut kelahiran tersebut.
Kegembiraan serta kesyukuran kita menyambut kelahiran tidak akan meriah atau begitu dirasakan jika tidak diraikan bersama saudara mara terdekat dan jiran tetangga. Maka semua mereka yang disebut tadi perlu merasakan sesuatu bagi sama-sama meraikan kegembiraan kita, bahagian yang diagihkan kepada orang Islam dipanggil sedekah, adapun yang diberikan kepada orang bukan Islam dipanggil hadiah. Dan memangpun menjadi hak jiran itu sama ada Muslim atau sebaliknya merasa gembira dengan kegembiraan kita dan bersedih dengan kesedihan kita, maka kita berpendapat bahawa menghadiahkan sedikit masakan jamuan aqiqah kepada jiran yang bukan Muslim tidak bertentangan dengan tujuan asal sambutan aqiqah itu dianjurkan. Bahkan jika kita tidak menghadiahkan sedikit makanan kepada jiran tersebut ianya akan membawa kesan yang kurang baik seperti perasaan kecil hati, tekanan perasaan anak-anak jiran yang terbau masakan jamuan tersebut dan lain-lain.
Memang tujuan sebenar tuntutan aqiqah ialah bersedekah bagi melahirkan kesyukuran atas kurniaan anak yang baru dilahirkan, akan tetapi jika sekiranya seseorang ingin mengambil keberkatan ibadah tersebut dengan memakan sedikit daripadanya adalah dibolehkan. Walau bagaimanapun bersedekah dengan semua daging aqiqah tersebut kepada yang memerlukan amatlah baik. Wallahuaklam
Memang kita dituntut memberikan sebahagian daging aqiqah kepada bidan yang menyambut dan merawat anak yang baru dilahirkan itu, bahkan kita disarankan memberikan kaki belakang sebelah kanan haiwan yang disembelih tersebut kepada bidan berkenaan. Hal ini berdasarkan kepada sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Al-Hakim yang disahihkannya, bahawa “Fatimah telah melakukan hal sedemikian itu atas perintah Rasulullah S.A.W.”
Memang benar apa yang dinyatakan. Adalah disunatkan memberi kaki kanan belakang haiwan sembelihan aqiqah anak kita kepada bidan yang menyambut dan merawat anak tersebut. Ini bertepatan dengan apa yang dianjurkan oleh Rasulullah S.A.W seperti dalam sebuah hadis riwayat Al-Hakim yang disahihkannya, bahawa “Fatimah telah melakukan hal sedemikian itu atas perintah Rasulullah S.A.W.”
Hakikat aqiqah sebenarnya adalah suatu bentuk sedekah, maka apa yang terbaik bagi sesuatu sedekah itu benar-benar dapat dimanfaatkan oleh pihak ketiga iaitu saudara mara, jiran tetangga dan orang miskin di kalangan umat Islam, maka menjual sesuatu daripada haiwan aqiqah itu mengurangkan nilai sedekah yang ingin dicapai dalam ibadah aqiqah tersebut. Maka jumhur ulama mengatakan bahawa tidak boleh dijual apa-apa bahagian daripada haiwan sembelihan aqiqah tersebut. Tetapi ada pendapat dalam mazhab Hanbali mengatakan ia boleh dijual asalkan nilai tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat awam.
Hikmah agama Islam menggalakkan kita melaksanakan ibadah aqiqah ialah untuk menunjukkan rasa syukur dengan berkongsi nikmat Allah S.W.T. dengan umat Islam yang lain terutama saudara mara yang terdekat dan saudara seagama yang kurang bernasib baik Adapun menjual daging tersebut tidak dapat mencapai matlamat tersebut, maka menjual daging aqiqah adalah tidak dibolehkan.
Adalah makruh melumurkan darah haiwan sembelihan aqiqah di kepala anak yang diaqiqahkan. Ini kerana Rasulullah melarang daripada perbuatan yang sedemikian. Dalam sebuah hadis daripada Aisyah R.A.; “Mereka di zaman jahiliyyah menyapu darah haiwan aqiqah dengan kain lalu dilumur ke atas kepala anak yang baru dilahirkan itu, maka Nabi S.A.W memerintahkan mereka menukarkan darah tersebut dengan wangian.”
Adapun orang yang melumuri pintu rumah mereka dengan darah aqiqah atau korban adalah salah dan haram dari hukum agama. Ini kerana ia termasuk perkara yang tidak dilakukan oleh Rasulullah S.A.W, dan kepercayaan yang mengatakan akan dijauhi syaitan apabila menyapu darah korban ataupun aqiqah pada pintu rumah adalah bertentangan dengan pegangan akidah umat Islam.
Berdasarkan kepada amalan yang dilakukan oleh Rasulullah S.A.W dan para sahabat, maka beberapa sunnah boleh dilakukan pada hari penyembelihan aqiqah tersebut, antaranya; Mencukur rambut bayi tersebut pada hari ketujuh kelahirannya. Memberikan nama pada bayi tersebut. Bersedekah dengan emas atau perak seberat rambutnya yang telah dicukur. Mengkhatan bayi tersebut.
Memang benar, mengkhatankan anak pada hari ketujuh dan hari penyembelihan aqiqahnya adalah sunat. Dalam sebuah hadis riwayat Imam Al-Baihaqi daripada Aisyah R.A. “Bahawasanya Nabi S.A.W mengkhatankan Hassan dan Hussain pada hari ketujuh dari hari kelahiran mereka.”
Pada Hari Raya Korban kita disunatkan menyembelih haiwan korban, begitu juga pada hari ketujuh kelahiran seorang anak, kita dituntut melaksanakan aqiqah untuk anak tersebut, jadi apabila bertemu Hari Raya Korban bertepatan dengan hari ketujuh kelahiran anak, maka mengikut pandangan ulama mazhab Imam Ahmad ibn Hanbal, saudara boleh menggabungkan niat perlaksanaan aqiqah anak dengan niat korban, seperti mana jika bertemu hari Jumaat dengan hari raya maka saudara boleh niatkan mandi sunat keduanya dengan sekali mandi sahaja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masakan ENAK & Pantang Terlambat